"Sekarang kamu sedang mendengarkan Radio Universitas Tarumanagara (VOMS) Live Streaming dan juga dapat dinikmati via Radio 1098 AM"

Iklan Layanan Masyarakat / Public Service Adv

Senin, 29 November 2010



Apabila kita mendengar kata iklan pasti banyak beranggapan, bahwa tujuan utama membuat iklan yaitu memperoleh pendapatan yang sebanyak-banyaknya atas penjualan produk tertentu.
Tapi stigma tersebut harus dibuang jauh-jauh, karena ternyata ada juga iklan yang bertujuan memang memberi edukasi kepada masyarakat yang sebelumnya tidak tahu atau tidak peduli akan sesuatu isu yang sangat penting, maka dengan iklan layanan masyarakat kita bisa memberi edukasi yang sangat baik, dengan menggunakan media yang ada saat ini.
Media di Indonesia saat ini berperan cukup penting dalam hal layanan sosial pada masyarakat.
Penggunaan media massa dalam promosi kesehatan dinilai sebagai bagian yang cukup penting dalam komunikasi kesehatan.
Dalam 50 tahun terakhir jadi kekuatan dahsyat bagi pendidikan kesehatan dan perubahan perilaku, dengan demikian media saat ini memainkan peran dalam perubahan sosial.
Tidak dapat dipungkiri saat ini media mencari keuntungan yang sebesar-besarnya, tidak lagi mengedepankan ketersediaan informasi. Sehingga membutuhkan banyak para pengiklan yang sekaligus menjadi sumber utama pendapatan bagi perusahaan media tersebut.
Dan tidak sedikit banyak pengiklan pada media tersebut bertentangan secara langsung, sebagai contoh alam hal iklan rokok, yang berkontribusi sangat besar di media Indonesia, dan itu berlawanan dengan iklan layanan masyarakat tentang bahaya merokok.
Di satu sisi, media mendukung pendidikan kesehatan masyarakat dimana membawa peran yang cukup penting.
Di sisi lain, iklan juga hebat pengaruhnya terhadap gaya hidup masyarakat.
Iklan jadi tangan tak kasat mata yang memengaruhi kebijakan redaksi dan juga iklan jadi penabuh genderang konsumsi sebagai contoh iklan “Say No” versus “Siapa Takut!”.
Sebagai sebuha media, maka fungsi media itu seniri melakukan advokasi dimana maksudnya penggunaan strategik media massa untuk meningkatkan inisiatif sosial dan masyarakat dan juga menstimulasi peliputan media secara luas untuk membentuk ulang debat publik dan meningkatkan dukungan masyarakat bagi kebijakan publik yang efektif dalam masalah kesehatan masyarakat.

 
Banyak contoh iklan layanan masyarakat yang dilakukan, sebagai contoh iklan layanan masyarakat tenta Bahaya HIV dan penggunaan Kondom, berikut.
==============================
==============================

Iklan layanan masyarakat (bahasa Inggris: Public Service Ad atau disingkat PSA) adalah iklan yang menyajikan pesan-pesan sosial yang bertujuan untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap sejumlah masalah yang harus mereka hadapi, yakni kondisi yang bisa mengancam keselarasan dan kehidupan umum.

Iklan layanan masyarakat (ILM) dapat dikampanyekan oleh organisasi profit atau non profit dengan tujuan sosial ekonomis yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut dewan periklanan di Amerika Serikat yang mensponsori ILM ada beberapa kriteria yang digunakan untuk menentukan sebuah iklan tertentu merupakan iklan layanan masyarakat atau bukan.
  1. Tidak komersil (contoh: iklan pemakaian helm dalam berkendara)
  2. Tidak bersifat keagamaan.
  3. Tidak bersifat politis.
  4. Berwawasan nasional
  5. Diperuntukkan untuk semua lapisan masyarakat.
  6. Diajukan oleh organisasi yang telah diakui dan diterima.
  7. Dapat diiklankan.
  8. Mempunyai dampak dan kepentingan tinggi sehingga patut memperoleh dukungan media lokal maupun nasional.
Di Indonesia tidak ada organisasi khusus yang dibentuk untuk menangani ILM. Pada umumnya ILM dibuat secara sendiri-sendiri oleh biro iklan yang bekerja sama dengan media dan pengiklan. Hal ini mengakibatkan kurangnya komitmen dan sinergi dalam merumuskan iklan, biaya, serta pesan yang ingin disampaikan sehingga ILM tidak dilakukan secara rutin. Selain itu ILM juga dikenakan pajak iklan, walalupun ruang dan waktunya disumbangkan oleh media.

Di Indonesia
  • Pada tahun 1968 biro iklan Intervista menjadi biro iklan pertama yang mempelopori pembuatan ILM yang mengangkat masalah tentang pemasangan petasan yang sedang marak saat itu.
  • Pada tahun 1974 Matari Ad membuat iklan yang mengangkat makna hubungan orang tua dan anak.
  • Beberapa kampanye ILM yang dikenal luas di Indonesia diantaranya adalah kampanye tentang Keluarga Berencana, Aku Anak Sekolah, Pemilu Visi Anak Bangsa.
  • Pada Tahun 1970an Iklan Matari Ad membuat ILM yang dapat dikenang sampai saat ini yaitu iklan "Renungan Bagi Orang Tua" mengangkat puisi Khalil Gibran.
Banyak isu-isu penting yang dikomunikasikan kepada masyarakat, sebagai contoh di Indonesia ada iklan layanan masyarakat KB (Keluarga Berencana), KKBN dan masih banyak lagi.
Isu lain yang banyak juga seperti, global warming, hiv/aids dll.


Sumber : Wikipedia dan Youtube

0 komentar:

Poskan Komentar